Selasa, 19 Agustus 2008

Mistery Of An Idea vol.1 capture.1

MEKANISME IDE
Oleh Tazz27

Prolog
Sepenggal pemikiran ini akan lebih mudah dicerna bagi siapa saja yang senang atau pernah berpikir untuk menemukan sebuah ide dan bagi mereka yang percaya akan keberadaan zdat yang Maha Hebat yaitu Tuhan. Tapi bagi mereka yang belum pernah sekalipun mencoba untuk mendapatkan sebuah ide dan yang tidak percaya adanya Tuhan, maka buah pikiran sederhana dapat dijadikan sebagai wacana.
Bagaimana mekanisme sebuah ide itu ditangkap dan bekerja pada seseorang? Pertama karena saya seorang muslim yang mana percaya akan Kekuatan Tuhan Alloh Subkhanahu Wa Ta’ala, maka saya katakana bahwa ide itu diberikan oleh Tuhan yang hanya diberikan pada orang-orang yang mau merenung, berfikir dan bekerja keras. Tapi tentu saja bagi orang yang beragama di tambah point satu lagi yaitu berdo’a. Karena dalam agama yang saya anut ada sebuah kalimat bijak yang terlontar dari panutan kami yaitu Muhammad Rasulallah Salallahu Alaihi Wassalam, “Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia mendapatkan”. Terlepas dari seseorang tersebut percaya akan Tuhan atau tidak, kalau dia bersungguh-sungguh dalam berfikir dan berusaha maka dia akan mendapatkan suatu hasil. Dalam hal ini sebuah ide akan diberikan oleh Tuhan bagi siapa saja yang mau benar-benar merenung dan berfikir serta tak lelah untuk mencari. Dan ide tersebut akan dia dapatkan dari banyak sumber yang akan meng-inspirasi dirinya menjadi sebuah ide baru.
Selanjutnya apakah sebuah ide hanya diberikan pada satu orang? Nah di sinilah misteri dari ide itu muncul. Saya rasa sangat menggelitik dan menarik untuk dikelupas. Menurut saya suatu ide tidak hanya diberikan diberikan pada satu orang, tapi diberikan pada beberapa orang yang memiliki kriteria kualitas perenungan, pemikiran dan ritme berusaha yang sama. Ide tersebut bisa diberikan dalam waktu yang sama atau dalam selisih waktu. Jadi apabila ada manifestasi dari ide beberapa orang yang hampir sama atau bahkan sama, belum tentu salah satu dari dua atau beberapa tersebut adalah seorang plagiator. Pun begitu juga sebaliknya belum tentu dua atau beberapa orang tersebut mendapatkan ide yang sama, bisa jadi seorang atau dua adalah plagiator tulen. Disini saya berbagi pengalaman pribadi saya dan cerita-cerita mengenai ide menarik lain yang saya ketahui sehingga membuahkan kesimpulan seperti yang saya sampaikan tadi.

Cerita-cerita Muasal Pemikiran
1. Internet Café – Café Internet
Pernah suatu waktu seorang pengusaha eksportir furniture yang kebetulan menjadi klien saya di daerah Solo berminat untuk memberikan saya modal untuk membuat sebuah usaha di tempat saya tinggal yaitu Yogyakarta. Kenapa ia mau mempercayakan modal itu terhadap saya? Sebelumnya tanpa maksud membanggakan diri yang teramat bodoh ini saya akan berikan alasan kenapa dia mau memberikan kepercayaan tersebut. Menurut pendapatnya, saya yang waktu itu berusia 23 tahun adalah seorang muda yang
sangat berpotensi dan ber-etos kerja tinggi serta tidak silau terhadap materi. Saya tidak tahu darimana dia bisa berpikiran demikian? Mungkin karena saya yang berposisi di Yogyakartan mengendarai sepeda motor sampai ke daerah pinggiran Solo mencari klien dari satu perusahaan ke perusahaan lain menawarkan media publikasi bagi perusahaan-perusahaan tersebut. Sampai akhirnya saya bisa menjalin hubungan kerja dengan penawar modal tadi. Pengusaha tersebut ingin mendirikan sebuah usaha di Yogyakarta dan meminta saya mengelola usaha tersebut. Jenis usahanya diserahkan sepenuhnya kepada diri saya, terserah usaha apa saja yang pasti halal dan legal. Saya mencoba berfikir, usaha apa kiranya yang bisa saya dirikan. Dan suatu saat saya melihat sebuah adegan dalam sebuah film Hollywood dimana ada adegan seorang pemeran utama dalam pelariannya dia berusaha menghubungi temannya lewat media internet. Dia menggunakan komputer yang memang sengaja disewakan di dalam sebuah café, dan di dalam café tersebut hanya tersedia 3 atau 4 unit komputer. Dari situlah tercetus ide yang kemudian saya ajukan sebagai sebuah rencana usaha dan proposal anggaran, yaitu sebuah Internet Café – Café Internet. Konsep usaha tersebut adalah, sebuah tempat dimana orang-orang dapat menyewa komputer disitu untuk kebutuhan akses internet, tapi di dalam tempat tersebut juga di sediakan Café dengan kelengkapan tempat-tempat duduk dan meja serta menu-menu dan alunan musik. Di café tersebut orang bisa bersantai sambil menunggu apabila komputer-komputer yang tersedia masih penuh terpakai. Meraka bisa memesan minuman, makanan, mendengarkan alunan musik atau menonton tivi kabel. Yang pasti sebuah internet café yang didalamnya benar-benar ada sebuah café. Pada waktu tersebut sekitar tahun 2000an konsep usaha seperti yang saya ajukan di Yogyakarta belum ada satupun. Anggaran yang saya ajukan untuk usaha tersebut adalah Rp.200.000.000,- dan dalam anggaran yang saya ajukan, perkiraan modal akan dapat kembali dalam jangka waktu 3 tahun. Huwarakadah! angka 200 juta bagi pengusaha tersebut masih terlalu besar bagi sebuah usaha yang sama sekali baru pada waktu itu dan mungkin TERLALU GILA. Sehingga besar modal yang berani ia berikan hanya Rp.50.000.000,-. Dia mengatakan silahkan gunakan uang tersebut untuk menambah modal usaha yang sudah saya lakukan yaitu di bidang advertensi dengan sistem bagi hasil dan pengembalian uang diserahkan sepenuhnya ke saya, terserah, dikembalikan silahkan ditambahkan untuk usaha lagi ya silahkan. Saya katakana bahwa nantinya masih di gedung yang sama akan saya buat satu ruangan khusus untuk studio desain dan kantor advertensi saya juga. Dan saya juga coba meyakinkan bahwa bisnis teknologi dalam hal ini internet sangatlah menjanjikan, tetapi karena pengusaha tersebut tidak begitu intens dalam mengikuti perkembangan teknologi maka ia tetap belum berani mengeluarkan uang sebesar 200 juta tersebut. Sampai pada akhirnya bentuk kerja sama baru itupun gagal karena tidak ada kesepakatan. Karena waktu itu usia saya masih muda sehingga dalam pengambilan keputusan masih ego yang lebih menonjol dan bukan penalaran. Sebagai catatan pada waktu itu bisnis ekspor furniture sangat bagus, karena produk furniture Indonesia sangat di minati oleh masyarakat Eropa, Amerika dan Australia. Dan pengusaha tersebut sangat sukses dalam usaha tersebut, karena dalam satu tahun dia bisa mencapai angka hampir 1000 kontainer furniture yang ia pasarkan ke luar negeri.
Selang beberapa waktu mungkin sekitar 3 bulanan, pada suatu kesempatan saya melihat sebuah acara grand opening sebuah internet café di pinggiran Yogyakarta. Bukan riuh acara grand openingnya yang akan saya ceritakan, tetapi konsep usaha internet tersebut karena konsepnya persis sama seperti konsep yang saya ajukan pada pengusaha Solo 3 bulan yang lalu, dan beberapa bulan berikutnya konsep Internet Café – Café Internet tersebut banyak bermunculan menjadi sebuah usaha yang sangat prospektif. Apalagi sekarang harga sewa provider semakin murah, kecepatan akses yang semakin kencang dan harga hardware komputer yang murah dengan teknologi lebih bagus. Sebagai catatan lagi bahwa perusahaan café internet di jogja tadi sama sekali tidak ada hubungannya dengan pengusaha Solo. Karena perusahaan internet café tersebut sebelumnya adalah sebuah perusahaan main dealer computer terkenal yang beralih usaha, dan yang menarik lagi masih dalam satu gedung internet café tersebut juga berdiri sebuah jasa advertensi yang dalam perkembangannya juga penyedia jasa digital outdoor printing. Ehm, sebuah hal yang menarik bukan? Dimana saya tidak mengenal si pencetus ide dari perusahaan internet café dan advertensi tersebut tetapi bisa memiliki ide yang sama dengan saya.

2. Sepeda Motor Pick-up
Hal lain lagi saya alami. Saya pernah diminta pendapat lebih tepatnya ide oleh seorang teman. Dia bertempat tinggal di sebuah komplek perumahan di pinggiran Yogyakarta. Ketika itu selain dia bekerja sebagai tenaga pemasaran advertising, dia juga melakukan jasa ojek bagi beberapa anak SD dan SMP di komplek perumahannya. Dimana setiap pagi ia mengantarkan anak-anak tersebut ke jalan yang dilalui angkutan umum yang jaraknya lumayan jauh dari dalam komplek. Tetapi permasalahannya ia tidak bisa memenuhi permintaan beberapa orang tua lain untuk menggunakan jasanya, karena tentu saja waktunya sangat terbatas sedangkan kapasitas anak yang dapat diboceng di atas sepeda motornya hanya 2 anak. Dan dia harus bolak-balik menjemput anak yang lain dari dalam komplek ke jalan raya dan sebaliknya. Oleh sebab itulah dia bertanya apakah sebaiknya dia berhenti dari pekerjaannya sebagai tenaga pemasaran dan menekuni sepenuhnya sebagai tukang ojek? Ketika itu aku jawab,” Jangan”, karena bagi saya ketika ia bekerja sebagai pemasaran advertising tidak semata-mata hanya bekerja. Di situ juga sebagai penambahan wawasan, pergaulan dan pengalaman. Dimana dia dapat bertemu dengan teman dan orang-orang dari berbagai sisi bidang usaha dan kehidupan. Sedangkan apabila dia hanya menekuni hanya sebagai tukang ojek, maka secara otomatis dunianya hanya di seputar komplek, stagnan bahkan bisa-bisa mandul etos kerja dan kreatifitas.
Nah ketika itu saya melihat perkembangan baru di dunia alat transportasi. Waktu itu mulai marak di gunakan sebuah sepeda motor yang di belakangnya digandengkan sebuah bak terbuka seperti pada mobil pick up tapi dengan ukuran yang lebih kecil. Sepeda motor beroda tiga dengan bak terbuka tersebut mulai banyak saya lihat di jadikan alat angkut oleh kios-kios penjual tabung gas dan penjual air mineral botol besar. Sepeda motor ber-bak tersebut setiap hari lalu lalang mengantarkan pesanan barang-barang yang ia bawa di dalam bak belakang tesebut. Tercetus ide, bagaimana kalo sepeda motor ber-bak tersebut di alih fungsikan bukan untuk mangangkut barang, tetapi mengangkut manusia. Dengan sedikit renovasi pada bak terbukanya, dibuatkan jok-jok tempat duduk yang saling berhadapan dan di beri atap. Bahkan bila perlu di cat dengan warna yang lebih menarik. Sepeda motor ber bak yang sudah di renovasi tersebut akan bisa menampung lebih banyak anak-anak paling tidak 4 sampai 6 orang anak dari pada sepeda motor biasa yang hanya 2 orang anak. Nah bukankah hal tersebut akan lebih efektif dan efisien bagi teman saya tadi. Dan pada waktu dia harus bekerja, kendaraan inovasinya tersebut bisa di sewakan pada orang lain yang dia percaya di komplek untuk mengojek penghuni komplek dari jalan raya ke dalam komplek, pun sebaliknya sampai sore hari. Hal tersebut malah bisa memberi manfaat pada orang lain. Huwarakadah! Teman saya malah berpikir saya sengaja ingin memperoloknya dengan ide edan seperti itu, padahal waktu itu saya serius dan saya pikir itu ide jenius. Menurut teman saya nanti pasti banyak yang tidak mau menggunakan kendaraan tersebut, karena pada dasarnya itu kendaraan pengangkut barang, bukan orang. Saya pun menyangkal, kalau kita sajikan apa adanya dari bentuk sepeda motor ber-bak tersebut memang orang tidak akan sudi naik di atas nya tapi lain persoalan kalau kendaraan tersebut kita sajikan dengan (istilah) yang lebih manusiawi, tetap saja teman saya tidak yakin. Dan ide saya itupun sekali lagi tak terealisasi.
Selang beberapa waktu lagi mungkin 1 atau 2 bulan setelah itu saya pulang menjenguk orang tua di kampung halaman saya di Pekolangan, misteri ide itu pun terjadi lagi! Ketika itu aku bertandang ke rumah kakak perempuan saya yang tinggal di sebuah komplek perumahan yang masih satu kecamatan dengan rumah orang tua saya. Di depan gerbang masuk komplek perumahan itu saya melihat sebuah sepeda motor ber-bak yang sudah di renovasi sedemikian rupa persis seperti ide yang saya utarakan pada teman saya beberapa bulan yang lalu, sedang istirahat sambil menunggu penumpang. Dan ketika saya masuk komplek perumahan itu saya juga melihat jenis kendaraan yang sama lainnya sedang berjalan dengan beberapa ibu-ibu penumpang di belakangnya, aneh kan?!

3. Transaksi Cellular Card
Cerita lain lagi. Pada beberapa bulan yang lalu saya melihat sebuah acara talk show tentang dunia perbankan dan usaha di salah satu televisi swasta dengan salah satu bintang tamunya seorang penulis lagu terkenal seorang suami dari seorang diva. Ketika itu dia mengatakan bahwa fenomena penjualan nada sambung pribadi yang diluncurkan oleh hampir semua operator telekomunikasi merupakan fenomena yang sangat menarik. Dimana setiap pengguna bisa menggunakan lagu-lagu yang ia sukai menjadi nada sambung pribadinya dengan cara mengirim sms dengan kode tertentu dan secara otomatis jumlah nilai pulsa dari pengguna prabayar akan berkurang sebagai pembayaran royalty yang harus diberikan atau bagi pengguna pasca bayar akan secara otomatis pada tagihan bulan di depan akan muncul pada billing invoice-nya pembayaran royalty lagu tersebut. Dia juga mengatakan fenomena penyaluran bantuan, amal, atau zakat, dapat dilakukan dengan mekanisme cara seperti penggunaan nada sambung tadi. Seperti juga pada proses transaksi penjualan pulsa tronik. Si penjual sudah memiliki tabungan pulsa, sehingga ketika ada pembeli yang membutuhkan pulsa mereka tidak perlu lagi menerima kartu voucher yang harus di gesek baru kemudian mengaktifkan nilai pulsa yang tertera pada voucher tersebut. Tetapi cukup si penjual mengirim kode tertentu besaran pulsa yang di beli kepada nomor si pembeli, dan secara otomatis pulsa si pembeli akan terisi pulsa sesuai dengan angka yang dikirim oleh si penjual tadi. Hal yang sama juga sudah di lakukan untuk penjualan konten-konten menarik pada pesawat handphone, seperti game, animasi lucu, atau ringtone spesifik yang unik, pengguna cukup mengetik reg spasi bla bla bla dan dalam waktu sekejap konten menarik itupun sudah bisa di gunakan dalam pesawat handphone mereka. Melihat fenomena-fenomena tersebut sang bintang tamupun mempunyai ide, yang sesuai dengan dunia yang ia geluti yaitu dunia musik. Dia ingin merekrut sebanyak mungkin penyanyi-penyanyi atau group-group band yang bagus tetapi belum mendapat kesempatan untuk memperdengarkan lagu-lagunya ke masyarakat melalui dunia rekaman. Dia akan memfasilitasi agar seniman-seniman tersebut bisa merekam lagu-lagu mereka, dan bagi masyarakat yang ingin mendengarkan lagu-lagu tersebut kapan saja bisa mendapatkannya melalui soft copy atau hard copy, hanya dengan mengirimkan sms tertentu ke nomor khusus, dan dalam beberapa hari hard copy dari album artis tertentu sudah akan terkirim ke pembeli. Dengan melihat kemajuan teknologi di atas, ia juga memberikan wacana, bahwa suatu saat nanti, fungsi kartu seluler akan menggantikan fungsi kartu kredit. Kartu seluler bisa untuk melakukan transaksi jual beli, karena pada dasarnya orang yang memiliki pulsa berlimpah sama dengan memiliki uang berlimpah pula.
Selang sekitar 2 – 3 bulan berjalan, pada setiap awal bulan saya menerima billing invoice dari operator telekomunikasi yang saya gunakan. Seperti biasa dalam amplop tagihan tersebut juga di sertakan semacam bulletin bulanan, yang antara lain menginformasikan produk-produk baru dari operator tersebut. Dan sekali lagi terjadi misteri ide. Saya baca dalam bulletin tersebut, sebuah produk anyar, dimana apabila pengguna kartu telah malakukan registrasi maka ia dapat melalukan transaksi dengan kartu seluler tersebut ke vendor-vendor yang telah menjalin kerja sama dengan operator. Yang mana pada setiap vendor sudah di berikan alat khusus yang bisa terkoneksi dengan nomor kartu yang di gunakan pelanggan dan akan mencetak faktur jumlah total belanja yang pelanggan lakukan.
Bila melihat kasus fenomena kartu seluler ini mungkin sedikit berbeda. Kita bisa beranggapan bahwa pihak operator terinspirasi dari talk show dimana sang artis mengungkapkan sebuah wacana. Tapi apabila kita melihat dari jarak waktu antara acara talk show yang tersiar dengan peluncuran produk baru dari operator seluler tadi saya pikir sangat singkat, hanya kurang dari 3 bulan. Mungkinkah dalam jangka waktu tersebut operator seluler dapat menyelesaikan dealing dengan beberapa vendor sekaligus yang tentu saja membutuhkan waktu yang tidak singkat. Mendistribusikan alat-alat yang harus dipasang di setiap vendor, yang bahkan salah satu vendor adalah sebuah perusahaan waralaba yang jumlahnya ratusan di seluruh pulau Jawa. Belum lagi mempersiapkan sumber daya tambahan, baik hardware maupun software bahkan sumber daya manusia. Selain itu juga butuh waktu untuk uji coba guna mengeliminir kesalahan-kesalahan dalam praktek yang sesungguhnya. Saya yakin paling sedikit butuh waktu 6 bulan untuk itu semua. Kesimpulannya bahwa misteri ide tentang mekanisme sebuah ide melakukan perannya disini. BERSAMBUNG :-D

Tidak ada komentar: