
Prolog
Kita semua ingin kemudahan. Kita semua ingin ketenangan hidup. Berdo'alah sebelum matahari sepenggalahan, melangkahlah menyisiri jembatan-jembatan rizki. Bangunlah di sepertiga malam dan berzikirlah. Setelah semua kita tunaikan, maka ikhlaskanlah. Karena Sang Pemilik Surga telah tersenyum.
Tahajjud
oleh Tazz27
Terbangun ia mengalahkan sang penggugah pagi
Dibasuhnya dengan sucinya air maknawi
Selembar sajaddah lawas ia gelar
Dan khusuk ia bercengkrama dengan Sang Pemilik Semesta
Bersimpuh, ruku' dan tegak berdiri
Seperti putaran kehidupan yang terakhir ditutup salam
Dari ujung kelopak tampak seperti embun
Dan menangislah ia sebelum fajar
Istana kecilnya laksana bersinar
Dari atas langit tampak bak kelompok kunang-kunang
Selaksa bintang-gemintang yang berebut mencuri hati
Bagai mercusuar pasukan malaikat sepertiga malam
"Lihat-lihat itu, dia mahlukKu yang terhormat"
"Lihat-lihat itu, dia mahlukKu yang bisa melebihi kepatuhanmu"
"Lihat-lihat itu, dia mahlukKu yang membuang buaian mimpi"
"Lihat-lihat itu, dai mahlukKu yang sebenarnya mengakui ketuhananKU"
Gema Sang Khaliq pada seantero malaikat yang bertasbikh
Penjaga surga telah siap menyambutnya
Satu kamar istimewa ia tata untuk si pesujud malam
Aral melintang dunia sekoyong-sekoyong tumbang
Seperti diatas permadani terbang ia melenggang
Akhh....tidak kah kita rindu..?
Rindu pada suara lirih dari pita suara yang serak oleh tangisan
Rindu melepaskan berton-ton baja kekalutan di atas pundak
Rindu termuliakan di kala siang, hingga jingga menjemput malam
Harum wangi bau tanah kuburmu
Malaikat pembawa godam menyalakan pelita dalam hangat tidur panjangmu
Berubah mereka menjadi mahluk penuh cinta
Membiarkan lelapmu sampai sangkakala membahana
Kita semua ingin kemudahan. Kita semua ingin ketenangan hidup. Berdo'alah sebelum matahari sepenggalahan, melangkahlah menyisiri jembatan-jembatan rizki. Bangunlah di sepertiga malam dan berzikirlah. Setelah semua kita tunaikan, maka ikhlaskanlah. Karena Sang Pemilik Surga telah tersenyum.
Tahajjud
oleh Tazz27
Terbangun ia mengalahkan sang penggugah pagi
Dibasuhnya dengan sucinya air maknawi
Selembar sajaddah lawas ia gelar
Dan khusuk ia bercengkrama dengan Sang Pemilik Semesta
Bersimpuh, ruku' dan tegak berdiri
Seperti putaran kehidupan yang terakhir ditutup salam
Dari ujung kelopak tampak seperti embun
Dan menangislah ia sebelum fajar
Istana kecilnya laksana bersinar
Dari atas langit tampak bak kelompok kunang-kunang
Selaksa bintang-gemintang yang berebut mencuri hati
Bagai mercusuar pasukan malaikat sepertiga malam
"Lihat-lihat itu, dia mahlukKu yang terhormat"
"Lihat-lihat itu, dia mahlukKu yang bisa melebihi kepatuhanmu"
"Lihat-lihat itu, dia mahlukKu yang membuang buaian mimpi"
"Lihat-lihat itu, dai mahlukKu yang sebenarnya mengakui ketuhananKU"
Gema Sang Khaliq pada seantero malaikat yang bertasbikh
Penjaga surga telah siap menyambutnya
Satu kamar istimewa ia tata untuk si pesujud malam
Aral melintang dunia sekoyong-sekoyong tumbang
Seperti diatas permadani terbang ia melenggang
Akhh....tidak kah kita rindu..?
Rindu pada suara lirih dari pita suara yang serak oleh tangisan
Rindu melepaskan berton-ton baja kekalutan di atas pundak
Rindu termuliakan di kala siang, hingga jingga menjemput malam
Harum wangi bau tanah kuburmu
Malaikat pembawa godam menyalakan pelita dalam hangat tidur panjangmu
Berubah mereka menjadi mahluk penuh cinta
Membiarkan lelapmu sampai sangkakala membahana


Tidak ada komentar:
Posting Komentar